Jumat, 21 September 2012

Islamic Business Process & Conventional Business Process

Conventional Business Process, of course we know this has been a long time. In this process, the applicable provisions are not necessarily in accordance with the teachings of Islam. Possible for an agency to use conventional methods of business process, yielding a tidy profit, but not for their customers. Along with the changing times, one by one the agencies in Indonesia began to use Islamic Business Process. And as we can see today, Islamic Business Process has spread throughout the country. Of course, is very different from a business method with conventional methods. Which is where all the rules and regulations based on the Al-qur'an, where, no one is being harmed in this Islamic Process Business. And now, of course, people have been able to pick and choose which business processes that fit their needs, and most importantly according to shariah Islamic religious.


Islamic finance is the conduct of banking and finance in accordance with the principles of Shariah.Shariah is Islamic law and the basic requirements of Shariah are that banking and finance must not contain the elements of, inter alia, riba (interest), gharar (excessive uncertainty), maisir (something attained through no effort), qimar (gambling) and jahala (ignorance).


Secara umum, ada beberapa perbedaan mendasar antara sistem muamalah-syariah dengan sistem bisnis keuangan konvensional.
1. Keberadaan akad dalam sistem syariah merupakan suatu keharusan dalam setiap transaksi dan akad dilakukan sesuai dengan ketentuan serta aturan yang berlaku pada sistem muamalah-syariah. 
2. Perlakuan terhadap imbalan yang diberikan ke nasabah. Dalam sistem keuangan konvensional, besaran rente atau bunga yang dijanjikan di muka diperlakukan sebagai biaya (cost) yang harus dibayar oleh bank kepada pemilik dana. Sedangkan dalam sistem syariah, imbalan dilakukan berdasar bagi hasil (profit sharing) yang besarnya ditentukan berdasar kesepakatan di muka antara bank dan pemilik dana.
Dalil tentang larangan riba:
2:275

" Those who consume interest cannot stand [on the Day of Resurrection] except as one stands who is being beaten by Satan into insanity. That is because they say, "Trade is [just] like interest." But Allah has permitted trade and has forbidden interest. So whoever has received an admonition from his Lord and desists may have what is past, and his affair rests with Allah . But whoever returns to [dealing in interest or usury] - those are the companions of the Fire; they will abide eternally therein."


3. Pada sasaran pembiayaan yang menjadi pilihan. Dalam sistem keuangan konvensional, para pemilik dana cenderung tidak mempedulikan kemana alokasi pembiayaan dilakukan oleh bank atau lembaga keuangan lain tanpa memandang azas halal-haram. Sementara dalam sistem syariah, pemberian pinjaman ke nasabah tidak boleh diperuntukkan bagi kegiatan bisnis yang mengarah pada hal yang masuk kategori haram dalam prinsip syariah, misalnya perjudian, makanan atau minuman beralkohol, pornografi, dan prostitusi. 
4. Bisnis konvensional meletakkan asas atau hal mendasar dalam pelaksanaan bisnisnya dengan aspek material semata. Sementara bisnis Islam dalam setiap aktifitasnya berlandaskan Aqidah Islam.
5. Bisnis konvensional hanya memiliki motivasi duniawi. Sedangkan didalam bisnis Islam motivasinya adalah dunia dan akherat. Bagaimana mengembangkan bisnis yang ’berkat’ dan ’berkah’. Berkat berarti upaya secara profesional mendapatkan profit yang berkesinambungan, berkah berarti mengharapkan ridlo Allah dalam setiap jengkal gerak langkah dalam bisnis sehingga mendapatkan rezeki yang berkah dan halal.
6. Konvensional memiliki orientasi Profit, Pertumbuhan, dan Keberlangsungan. Sedangkan Bisnis Islam; Profit dan Benefit (non materi/qimah/nilai), Pertumbuhan, Keberlangsungan dan Keberkahan
7. Perusahaan konvensional, setingi-tinginya visi yang diemban hanya terbatas pada kepentingan material belaka. Sedangkan bisnis Islam visi dan misi organisasinya terkait erat dengan misi penciptaan manusia didunia (sebagai abdullah).
8. Tidak ada jaminan halal bagi setiap masukan, proses dan keluaran, mengedepankan produktivitas dalam koridor manfaat semata. Sedang didalam bisnis Islam, jaminan halal bagi setiap masukan, proses dan keluaran, mengedepankan produktivitas dalam koridor syariah



Banyak model bisnis syariah yang sedang berkembang di masyarakat Indonesia. Kali ini saya akan mencoba untuk memaparkan 2 model bisnis syariah yang sangat memiliki perbedaan dengan bisnis konvensional

Model bisnis syari’ah:
     1. Baitul Mal wat Tamwil.
Adalah lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuhkembangkan bisnis usaha mikro dalam rangka mengangkat derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir dan miskin, ditumbuhkan atas prakarsa dan modal awal dari tokoh-tokoh masyarakat setempat dengan berlandaskan pada sistem ekonomi yang salaam, kedamaian, dan kesejahteraan.

Asas dan prinsip dasar BMT:

·      Ahsan yaitu memiliki mutu hasil kerja yang terbaik
·      Barakah yaitu berdaya guna, berhasil guna, adanya penguatan jaringan,transparan, dan bertanggung jawab sepenuhnya kepada masyarakat.
·      Spiritual communication
·      Demokratis, partisipatif, dan inklusif.
·      Keadilan sosial dan kesetaraan jendr.
·      Ramah lingkungan.
·      Keberlanjutan, memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan kemampuan diri dan lembaga masyarakat lokal.
     2. Perbankan syari’ah
Ciri-ciri bank syari’ah yang membedakan dengan bank konvensioal:
·      Beban biaya yang disepakati  bersama pada waktu akad perjanjian diwujudkan dalam bentuk jumlah nominal yang besarnya tidak kaku dan dapat dilakukan dengan kebebasan untuk tawar menawar dalam batas wajar.
·      Penggunaan presentase dalam hal kewajiban untuk melakukan pembayaran selalu dihindari, karena presentase bersifat melekat pada sisa utang, meskipun batas waktu perjannjian telah berakhir, sehingga yang dipergunakan adalah nisbah bagi hasil.
·      Terdapat nya Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam struktur organisasi bank syariah yang bertugas untuk mengawasi operasional bank dari sudut syariah.
·      Pengerahan dana masyarakat dalam bentuk deposito tabungan oleh penyimpan dianggap sebagai titipan sedangkan bagi bank dianggap sebagai titipan yang diamanatkan sebagai penyertaan dana pada proyek-proyek yang dibiayai bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, sehingga pada penyimpan tidak dijanjikan imbalan yang pasti.


References

http://quran.com/2/275
Journal of Gambling Studies. Speculation in Islamic Finance and Conventional Finance. 2011

M. Nur Rianto Al-Arif. “Dasar-Dasar Ekonomi Islam” Era Adicitra Intermedia (2011)

Jumat, 14 September 2012

Business Process
yeah... maybe we often hear this word, but not necessarily everyone who hears it, understand the meaning of the word.
Not just the meaning but over it all. This time I will try to explain meaning of Business Process Management, and everything associated with this topic. Because in this era the study of Business Process Management is needed. because the business is an activity that is very supportive of the economic life of most people in contemporary times. Of course, the process and the management needs to be well understood, so business activity is running perfectly .


Business processes play key roles in enabling business application integration/collaboration across multiple organisations. Integration can be categorised into two types: internal and external. To stay competitive, companies must be agile in adapting processes to ever-changing market dynamics, looking beyond traditional enterprises/marketplaces through collaborative interactions and dynamic e-business solutions. The enterprise infrastructure must provide capability for dynamic discovery of trading partners/service providers and enable federated security mechanisms, solution monitoring/management.






Perubahan dalam kehidupan kita sangat cepat setiap saat. Sistem kerja yang dapat digunakan kemarin mungkin tidak dapat dimanfaatkan untuk kondisi saat sekarang atau besok. Seorang menajer mengatahui bahwa organisasi yang sukses adalah organisasi yang dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi. Proses bisnis menggambarkan bagaimana para manajer menganalisa, mendesain ulang, dan meningkatkan proses bisnis yang mereka kelola, sehingga manajer dapat tahu bagaimana perusahaan dapat mencapai efisiensi dengan mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis mereka dan menyelaraskan proses bisnis mereka dengan strategi dan tujuan perusahaan.























Organisasi sebagai Sistem
Perspektif sistem menekankan bahwa segala sesuatu terhubung dengan yang lain, dan itu berguna untuk proses dan model bisnis dalam hal arus umpan balik.

Gagasan memperlakukan bisnis sebagai suatu sistem sangat sederhana, apalagi saat sekarang. Dalam sistem menekankan  pada kaitan, hubungan dan aliran. Hal ini mengarahkan bahwa setiap karyawan atau unit  merupakan bagian dari entitas yang lebih besar yang saling  bekerja sama, guna menghasilkan output  yang ingin dicapai.

Proses Bisnis
Manajemen proses bisnis didasarkan pada pengamatan bahwa setiap produk perusahaan yang disediakan ke pasar merupakan hasil dari sejumlah kegiatan yang dilakukan. Proses bisnis merupakan instrumen kunci untuk mengorganisir kegiatan ini dan untuk meningkatkan pemahaman tentang hubungan timbal balik proses tersebut.
Sebuah proses bisnis terdiri dari serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam koordinasi di lingkungan organisasi dan teknis. Kegiatan-kegiatan ini bersama-sama mewujudkan tujuan bisnis. Setiap proses bisnis yang telah ditetapkan oleh sebuah organisasi dapat berinteraksi dengan proses bisnis yang dilakukan oleh organisasi lain.
Manajemen proses bisnis merupakan konsep, metode, dan teknik untuk mendukung desain, administrasi, konfigurasi, pemberlakuan, dan analisis proses bisnis. Dasar manajemen bisnis proses adalah representasi eksplisit dari proses bisnis dengan kegiatan serta hambatan dalam melaksanakannya.

Analisis Proses Bisnis
Analisa Proses Bisnis mempelajari dan memahami bagaimana aktifitas dan fungsi dari suatu proses bisnis dapat berjalan sesuai dengan pencapaian tujuan organisasi. Tujuan dari analisis proses bisnis diantaranya adalah memahami hubungan proses bisnis yang sedang berjalan dengan pencapaian visi dan misi organisasi. Selain itu juga analisis proses bisnis bertujuan mempelajari kumpulan proses dan aktifitas dari proses bisnis yang digunakan organisasi dan mempelajari seberapa jauh proses bisnis ini mencapai tujuan dari organisasi.

Analisa proses bisnis menggunakan tenik pemodelan proses bisnis yaitu validasi, simulasi dan verifikasi. Pemodelan proses bisnis merupakan cara untuk memahami, mendesign dan menganalisa suatu proses. Dengan proses pemodelan, perusahaan dapat melakukan integrasi, menganalisa dan mengingkatkan performance dari pengelolaan bisnis prosesnya. Juga dapat mengidentifikasi critical path dan bottleneck yang mungkin terjadi serta menetapkan Key Perfomance Indicator dari tujuan organisasi.

Desain Proses Bisnis
Desain proses bisnis merupakan penjelasan dengan detail bagaimana bagian-bagian dari sistem diimplementasikan. jika dilihat dari siklus hidup proses bisnis, maka dalam tahapan desain, sistem dalam proses bisnis diidentifikasi dan dimodelkan.
Pada tahap ini dilakukan penelitian terhadap proses bisnis dan lingkungan organisasi serta teknik dari perusahaan. Berdasarkan hal ini, proses bisnis dapat diidentifikasikan, ditinjau kembali, divalidasi, dan digambarkan dengan model proses bisnis

Tahapan Dalam Analisis Dan Perancangan Proses Bisnis
  • Tahap Validasi : Tahap ini merupakan tahap validasi terhadap desain awal dari proses bisnis dibangun. Satu instrumen yang bermanfaat untuk memvalidasi proses bisnis adalah workshop. Workshop akan memastikan apakah semua proses bisnis yang valid telah terwakili oleh model proses bisnis.
  • Tahap Simulasi : Teknik simulasi dapat digunakan untuk mendukung validasi, karena urutan pelaksanaan yang tidak diinginkan mungkin dapat disimulasikan untuk  menampilkan kekurangan pada model proses. Simulasi proses bisnis memungkinkan stakeholder untuk melewati proses pada suatu urutan cara yang bertahap dan untuk memeriksa apakah proses sesungguhnya telah sesuai dengan yang diharapkan.
  • Tahap Verifikasi : Proses bisnis benar-benar di analisa dan ditingkatkan sedemikian rupa sehingga model proses bisnis ini  merupakan proses bisnis yang diinginkan.
  • Identifikasi Proses Bisnis dan Pemodelan: setelah melalui tahap verifikasi maka proses bisnis diidentifikasi kira-kira mana yang sesuai dengan proses bisnis baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan mencapai tujuan perusahaan.
Sistem dan Rantai Nilai
Saat ini dasar penekanan pada proses bisnis yang komprehensif dipelopori oleh Michael Porter pada tahun 1985 dalam bukunya, Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. Dalam Competitive Advantage ia menjabarkan konsep tentang sebuah rantai nilai yang mengumpulkan semua aktifitas dalam upaya mendesain, memprodukasi, memasarkan, menyampaikan dan mendukung sebuah garis produksi.


Hal yang penting bagi konsep Porter adalah bahwa setiap fungsi yang terlibat dalam produksi produk, dan semua layanan dukungan, dari teknologi informasi dan akuntansi, harus dimasukkan dalam nilai rantai tunggal.

Tujuan dari analisis rantai nilai ini adalah untuk mengidentifikasi tahap-tahap rantai nilai di mana perusahaan dapat meningkatkan nilai untuk pelanggan atau untuk menurunkan biaya. Penurunan biaya atau peningkatan nilai tambah (Value added) dapat membuat perusahaan lebih kompetitif.

Author : Ahmad Riva'i ZA
Link : http://www.rifaizaonline.co.cc/index.php/matakuliah-mcio/bisnis-proses/414-manajemen-proses-bisnis.html
Journal of InderScience Publisher. International Journal of Business Process Integration and Management. 2012. vol 6. no.1