Jumat, 23 November 2012

ECO-FRIENDLY BUSINESS PROCESS


A business is doing, must be strictly in accordance with the standards set. Ranging from the resources used in the production process to the marketing process. And the most overlooked by employers are now in running its business processes are, their business activities should be environmentally friendly. Maybe there are still many employers who do not know, how business-friendly environment.
This time I'll try a little bit to explain how the business processes that are environmentally friendly, ranging from business process is executed, to produce a product that is ready to be marketed.

Green Business Process Management – Towards the Sustainable Enterprise" consolidates the global state-of-the-art knowledge about how business processes can be managed and improved in light of sustainability objectives. Business organizations, a dominant part of our society, have always been a major contributor to the degradation of our natural environment, through the resource consumption, greenhouse emissions, and wastage production associated with their business processes. In order to lessen their impact on the natural environment, organizations must design and implement environmentally sustainable business processes. Finding solutions to this organizational design problem is the key challenge of Green Business Process Management. This book discusses the emerging challenges of designing “green” business processes, presents tools and methods that organizations can use in order to design and implement environmentally sustainable processes, and provides insights from cases where organizations successfully engaged in more sustainable business practices. The book is of relevance to both practitioners and academics who are interested in understanding, designing, and implementing “green” business processes. It also constitutes a valuable resource for students and lecturers in the fields of information systems, management, and sustainable development.
Disadari bahwa konsep perusahaan yang ramah lingkungan (green company) telah menjadi tuntutan bisnis di era globalisasi. Di mana pada jaman ini terjadi sebuah perubahan sosial berupa bertambahnya keterkaitan di antara masyarakat dan elemen-elemen yang ada di dalamnya akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat pesat dalam pertukaran budaya dan ekonomi internasional. Dalam kondisi ini tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat kehidupan suatu bangsa dan negara secara nyata. Dalam hal ini terjadi tiga dimensi dari globalisasi itu sendiri yakni globalisasi ekonomi, globalisasi politik dan globalisasi budaya.
Di dalam globalisasi ekonomi, terbentuk suatu masyarakat global yang tidak lagi tergantung pada batas-batas wilayah. Terjadi suatu situasi perdagangan internasional berupa pasar bebas, terbentuknya kerjasama regional, bilateral dan multilateral serta hadirnya lembaga-lembaga internasional seperti Bank Dunia, World Trade Organization (WTO), Asian Free Trade Area (AFTA) dan lain-lain.
Perusahaan yang ramah lingkungan adalah suatu konsep di mana pihak manajemen sebuah perusahaan secara sadar meletakkan pertimbangan akan perlindungan dan pengelolaan lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan‘stakeholders’ dalam setiap pengambilan keputusan bisnisnya. Hal ini merupakan wujud nyata tanggung jawab dan upaya memberikan kontribusi positif kepada perusahaan dan karyawan pada khususnya dan masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan pada umumnya.
Konsep perusahaan yang ramah lingkungan ini perlu dijabarkan lebih jelas dalam setiap kegiatan operasional perusahaan agar tidak menggantung di awang-awang. Konsep perusahaan yang ramah lingkungan ini harus menjadi sebuah konsep yang membumi dan memiliki akar yang kuat. Oleh karena itu, dalam implementasi dan aktualisasinya konsep ini memiliki empat komponen utama yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain yaitu:
a. Strategi bisnis perusahaan (green strategy)
b. Proses bisnis yang aman, nyaman dan bersih (green process)
c. Pengembangan produk yang ramah lingkungan (green product)
d. Pengembangan kompetensi dan perlindungan kepada sumber daya manusia (green employee).


Contoh penerapan Proses Bisnis yang ramah lingkungan:
·         Bisnis recycle sampah anorganik plastik, minyak dan oli bekas menjadi BBM seperti solar, kerosine (minyak tanah) dan bahkan menjadi plastik lagi. Bisnis recycle sampah anorganik logam spt besi dan kaleng2 logam bekas utk diolah menjadi besi dan logam kembali.
·         Bisnis recycle sampah organic yg cepat busuk spt makanan bekas, minuman bekas, yg menghasilkan bau yg dapat diolah menghasilkan gas utk bahan bakar atau ditimbun untuk menjadi pupuk organik.
·         Bisnis recycle semua jenis sampah (organik dan anorganik) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dengan membakar sampah pada suhu sangat tinggi sehingga melepas energi yg sedemikian besar untuk menghasilkan energi yg dapat didaur ulang (wow). Tapi butuh investasi teknologi yg tinggi.
·         Bisnis konstruksi Tempat Penimbunan Akhir Sampah yang luas, sangat efisien, ramah lingkungan dan terintegrasi dengan teknologi pendaurulangan sampah menjadi pupuk, energi terbarukan, dan BBM dari sampah.
·         Bisnis distribusi/pengangkutan sampah dari kotak2 sampah di perkotaan atau daerah2 penimbunan sementara sampah ke TPA sampah yg efisien dan terintegrasi dgn teknologi pengolahan sampah yg baik dan ramah lingkungan.
·         Bisnis penyediaan kotak sampah sesuai kategori organik (cepat busuk/basah) dan anorganik (lama busuk/kering) serta penyediaan kantung2 sampah dari plastik yg kuat dan tahan lama serta ramah lingkungan yg sangat langka di perkotaan besar dan daerah2 wisata.
·         Bisnis mobil dan kenderaan yang ramah lingkungan seperti Hybrid Car yg menggunakan setengah tenaga listrik dan setengah tenaga BBM. Atau murni mobil atau kenderaan listrik listrik spt motor listrik dan kereta api listrik yg murni menggunakan energi listrik sebagai sumber geraknya. Serta bisnis Stasiun Pengisian Bahan bakar Listrik (SPBL) nya sendiri.
·         Bisnis penyediaan suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga (Gelombang) Angin yang diambil dari baling2 di daerah yang kaya dengan angin untuk menggerakkan baling2 tersebut yg memutar turbin utk menghasilkan energi terbarukan.
·         Bisnis penyediaan suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Air. Yang didapat dari peletakan baling2 di daerah dasar perairan spt selat, perairan yg sempit, daerah sungai yg deras airnya, dan air terjun yg terjaga muara sungainya dari penebangan liar sehingga gelombang air dapat memutar baling2 tersebut yg terhubung ke motor yg menghasilkan energi terbarukan.
·         Bisnis konstruksi rumah dan gedung yang ramah lingkungan dan hemat energi. Dengan menyediakan ruang2 yg terbuka atau tambahan instrumen alamiah (spt rumput di atap) untuk menjaga kehangatan ruangan yg mencegah pemanfaatan tenaga pendingin berlebih serta memiliki penerangan alamiah yg cukup dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya/Matahari (PLTS). Air panas utk minum dan mandi juga berasal dari PLTS tersebut sehingga dapat menghemat energi dengan sangat signifikan.
·         Bisnis penyediaan instrumen dan alat Pembangkit Listrik Tenaga Surya beserta cell battery serta gudang penyimpan baterainya yg terhubung ke sirkuit listrik rumah baik fasilitas keluarga, fasilitas makan/minum, dan fasilitas mandi.
·         Bisnis pariwisata Indonesia. Dengan mempercantik taman2 di perkotaan, menjaga tingkat polusi perkotaan, memperindah jalan2 ke daerah terpencil, memperkaya kota dan desa dengan pepohonan dan tanaman khas Indonesia, menjaga kebersihan dan kesehatan air sungai, danau, dan pantai, serta menyediakan fasilitas tour guide yg mengenal dan melestarikan kekayaan alam alami daerah untuk menarik wisatawan lokal dan luar negeri untuk berwisata di Indonesia tercinta ini.

References:
       Green Business Process Management: Towards the Sustainable Enterprise
       vom Brocke, Jan; Seidel, Stefan; Recker, Jan (Eds.) 2012, 2012, XII, 263 p. 84 illus.