A business is doing, must be strictly
in accordance with the standards set. Ranging from the resources used in the
production process to the marketing process. And the most overlooked by
employers are now in running its business processes are, their business
activities should be environmentally friendly. Maybe there are still many
employers who do not know, how business-friendly environment.
This time
I'll try a little bit to explain how the business processes that are
environmentally friendly, ranging from business process is executed, to produce
a product that is ready to be marketed.
Green Business Process Management – Towards the Sustainable
Enterprise" consolidates the global state-of-the-art knowledge about how
business processes can be managed and improved in light of sustainability
objectives. Business organizations, a dominant part of our society, have always
been a major contributor to the degradation of our natural environment, through
the resource consumption, greenhouse emissions, and wastage production
associated with their business processes. In order to lessen their impact on
the natural environment, organizations must design and implement
environmentally sustainable business processes. Finding solutions to this
organizational design problem is the key challenge of Green Business Process
Management. This book discusses the emerging challenges of designing “green”
business processes, presents tools and methods that organizations can use in order
to design and implement environmentally sustainable processes, and provides
insights from cases where organizations successfully engaged in more
sustainable business practices. The book is of relevance to both practitioners
and academics who are interested in understanding, designing, and implementing
“green” business processes. It also constitutes a valuable resource for
students and lecturers in the fields of information systems, management, and
sustainable development.
Disadari bahwa konsep perusahaan yang ramah
lingkungan (green company) telah menjadi tuntutan bisnis di era
globalisasi. Di mana pada jaman ini terjadi sebuah perubahan sosial berupa
bertambahnya keterkaitan di antara masyarakat dan elemen-elemen yang ada di
dalamnya akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi dan komunikasi yang
sangat pesat dalam pertukaran budaya dan ekonomi internasional. Dalam kondisi
ini tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat kehidupan suatu bangsa
dan negara secara nyata. Dalam hal ini terjadi tiga dimensi dari globalisasi
itu sendiri yakni globalisasi ekonomi, globalisasi politik dan globalisasi
budaya.
Di dalam
globalisasi ekonomi, terbentuk suatu masyarakat global yang tidak lagi
tergantung pada batas-batas wilayah. Terjadi suatu situasi perdagangan
internasional berupa pasar bebas, terbentuknya kerjasama regional, bilateral
dan multilateral serta hadirnya lembaga-lembaga internasional seperti Bank
Dunia, World Trade Organization (WTO), Asian Free Trade Area (AFTA) dan
lain-lain.
Perusahaan yang ramah lingkungan adalah suatu
konsep di mana pihak manajemen sebuah perusahaan secara sadar meletakkan
pertimbangan akan perlindungan dan pengelolaan lingkungan, serta keselamatan
dan kesehatan‘stakeholders’ dalam setiap pengambilan
keputusan bisnisnya. Hal ini merupakan wujud nyata tanggung jawab dan upaya
memberikan kontribusi positif kepada perusahaan dan karyawan pada khususnya dan
masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan pada umumnya.
Konsep
perusahaan yang ramah lingkungan ini perlu dijabarkan lebih jelas dalam setiap
kegiatan operasional perusahaan agar tidak menggantung di awang-awang. Konsep
perusahaan yang ramah lingkungan ini harus menjadi sebuah konsep yang membumi
dan memiliki akar yang kuat. Oleh karena itu, dalam implementasi dan
aktualisasinya konsep ini memiliki empat komponen utama yang tidak bisa
dipisahkan satu dengan yang lain yaitu:
a. Strategi bisnis perusahaan (green
strategy)
b. Proses bisnis yang aman, nyaman dan bersih (green process)
c. Pengembangan produk yang ramah lingkungan (green product)
d. Pengembangan kompetensi dan perlindungan kepada sumber daya manusia (green employee).
b. Proses bisnis yang aman, nyaman dan bersih (green process)
c. Pengembangan produk yang ramah lingkungan (green product)
d. Pengembangan kompetensi dan perlindungan kepada sumber daya manusia (green employee).
Contoh penerapan Proses Bisnis yang
ramah lingkungan:
·
Bisnis recycle sampah anorganik plastik,
minyak dan oli bekas menjadi BBM seperti solar, kerosine (minyak tanah) dan
bahkan menjadi plastik lagi. Bisnis recycle sampah anorganik logam spt besi dan
kaleng2 logam bekas utk diolah menjadi besi dan logam kembali.
·
Bisnis recycle sampah organic yg cepat busuk spt makanan
bekas, minuman bekas, yg menghasilkan bau yg dapat diolah menghasilkan gas utk
bahan bakar atau ditimbun untuk menjadi pupuk organik.
·
Bisnis recycle semua jenis sampah (organik
dan anorganik) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dengan membakar sampah
pada suhu sangat tinggi sehingga melepas energi yg sedemikian besar untuk
menghasilkan energi yg dapat didaur ulang (wow). Tapi butuh investasi teknologi
yg tinggi.
·
Bisnis konstruksi Tempat Penimbunan Akhir
Sampah yang luas, sangat efisien, ramah lingkungan dan terintegrasi dengan
teknologi pendaurulangan sampah menjadi pupuk, energi terbarukan, dan BBM dari
sampah.
·
Bisnis distribusi/pengangkutan sampah dari
kotak2 sampah di perkotaan atau daerah2 penimbunan sementara sampah ke TPA
sampah yg efisien dan terintegrasi dgn teknologi pengolahan sampah yg baik dan
ramah lingkungan.
·
Bisnis penyediaan kotak sampah sesuai
kategori organik (cepat busuk/basah) dan anorganik (lama busuk/kering) serta
penyediaan kantung2 sampah dari plastik yg kuat dan tahan lama serta ramah
lingkungan yg sangat langka di perkotaan besar dan daerah2 wisata.
·
Bisnis mobil dan kenderaan yang ramah
lingkungan seperti Hybrid Car yg menggunakan setengah tenaga listrik dan
setengah tenaga BBM. Atau murni mobil atau kenderaan listrik listrik spt motor
listrik dan kereta api listrik yg murni menggunakan energi listrik sebagai
sumber geraknya. Serta bisnis Stasiun Pengisian Bahan bakar Listrik (SPBL) nya
sendiri.
·
Bisnis penyediaan suplai listrik dari
Pembangkit Listrik Tenaga (Gelombang) Angin yang diambil dari baling2 di daerah
yang kaya dengan angin untuk menggerakkan baling2 tersebut yg memutar turbin
utk menghasilkan energi terbarukan.
·
Bisnis penyediaan suplai listrik dari
Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Air. Yang didapat dari peletakan baling2 di
daerah dasar perairan spt selat, perairan yg sempit, daerah sungai yg deras
airnya, dan air terjun yg terjaga muara sungainya dari penebangan liar sehingga
gelombang air dapat memutar baling2 tersebut yg terhubung ke motor yg
menghasilkan energi terbarukan.
·
Bisnis konstruksi rumah dan gedung yang ramah lingkungan
dan hemat energi. Dengan menyediakan ruang2 yg terbuka atau tambahan instrumen
alamiah (spt rumput di atap) untuk menjaga kehangatan ruangan yg mencegah
pemanfaatan tenaga pendingin berlebih serta memiliki penerangan alamiah yg
cukup dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya/Matahari (PLTS). Air panas utk minum
dan mandi juga berasal dari PLTS tersebut sehingga dapat menghemat energi
dengan sangat signifikan.
·
Bisnis penyediaan instrumen dan alat Pembangkit Listrik
Tenaga Surya beserta cell battery serta gudang penyimpan baterainya yg
terhubung ke sirkuit listrik rumah baik fasilitas keluarga, fasilitas
makan/minum, dan fasilitas mandi.
·
Bisnis pariwisata Indonesia. Dengan
mempercantik taman2 di perkotaan, menjaga tingkat polusi perkotaan, memperindah
jalan2 ke daerah terpencil, memperkaya kota dan desa dengan pepohonan dan
tanaman khas Indonesia, menjaga kebersihan dan kesehatan air sungai, danau, dan
pantai, serta menyediakan fasilitas tour guide yg mengenal dan melestarikan
kekayaan alam alami daerah untuk menarik wisatawan lokal dan luar negeri untuk
berwisata di Indonesia tercinta ini.
References:
Green
Business Process Management: Towards
the Sustainable Enterprise
vom
Brocke, Jan; Seidel, Stefan; Recker, Jan (Eds.) 2012, 2012, XII, 263 p. 84
illus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar